
Pekerjaan sebaiknya jangan dijadikan alasan yang menghalangi ibu bekerja
untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Di
tempat kerja atau kantor, ibu dapat memerah ASI dan disimpan dalam
kulkas untuk diberikan kepada si buah hati di rumah.
Menurut
pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA yang akrab disapa dengan nama dr
Wiwin, ibu menyusui yang tinggal di rumah perlu memerah ASI paling tidak
setiap 8 jam sekali. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah
mastitis atau peradangan jaringan payudara, menjaga produksi ASI dan
menghindari pemberian produk pengganti ASI.
Sedangkan pada ibu
bekerja, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 - 4 jam sekali atau sesuai
dengan kebiasaan menyusui bayi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan stok
ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah. Saat weekend,
sebaiknya bayi langsung diberi ASI segar dari ibunya karena kandungan
nutrisinya lebih bagus.
"Saya menganjurkan untuk memerah ASI
dengan tangan karena lebih alami, payudara lebih nyaman dan tidak
tergantung listrik atau baterai. Namun ini perlu latihan," kata dr Wiwin
dalam seminar 'Kiat Sukses Memberikan ASI bagi Ibu Bekerja' yang
diselenggarakan Sentra Laktasi Indonesia di Gedung Kemenkes RI, Jl HR
Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Senin (17/12/2012).
Saat
ini memang sudah ada peralatan pompa ASI yang bisa membantu ibu memerah
ASI. Alat ini seringkali digunakan karena lebih praktis penggunaannya
dan hemat waktu. Hanya saja, alat ini seringkali kurang luwes karena
harus ditenteng ke mana-mana kalau mau memerah ASI.
Setelah
menemukan tempat yang nyaman untuk memerah ASI, adakalanya para ibu
masih merasa kurang lega dan tidak lancar pengeluaran ASI-nya. Untuk
merangsang pengeluaran ASI, dr Wiwin memberikan strategi memancing ASI
lewat metode Let Down Reflex.
"Strategi setiap ibu itu unik dan
spesial, jadi penerapannya bisa berbeda-beda. Ada banyak hal yang bisa
dilakukan, yaitu lewat strategi Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan
Mind," terang dr Wiwin.
Strategi sight adalah melihat foto bayi
yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell
dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi
touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi
taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah
dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah
membayangkan bayinya sendiri.
Para ibu dapat menggunakan strategi
manapun yang dirasa nyaman dan efektif. Yang jelas, ruangan yang nyaman
dan bebas gangguan seperti ruangan khusus menyusui adalah syarat utama
agar proses memerah ASI ini dapat berjalan dengan baik.
Setelah
diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau
plastik khusus foodgrade. Pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat
Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat
Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4
derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 - 8 hari.
"Sebaiknya
gunakan strategi kejar tayang saja. Jadi kalau bisa berikan ASI yang
masih segar walau ada yang sudah disimpan. Saat weekend tak perlu
memerah ASI sebab langsung disusui. ASI yang diperah pada hari Sabtu dan
disimpan bisa diberikan pada hari Senin," terang dr Wiwin.
sumber : health.detik.com