Tampilkan postingan dengan label Tips Setelah melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Setelah melahirkan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Hormon Cinta Bantu Kurangi Rasa Sakit Setelah Melahirkan


Setelah menjalani proses persalinan terkadang ibu masih merasakan rasa sakit atau nyeri di tubuh hingga beberapa bulan berikutnya. Tapi ternyata hormon cinta atau oksitosin bisa membantu kurangi rasa sakit setelah melahirkan.

Sakit kronis setelah persalinan memang kadang ditemui, tapi perubahan biologis tertentu dapat mencegah perkembangan rasa nyeri setelah melahirkan. Hal ini diungkapkan dari hasil 2 studi berbeda.

Pada studi pertama peneliti mewawancarai lebih dari 1.200 perempuan. Diketahui sekitar 1,8 persen perempuan masih merasa sakit dan nyeri hingga 6 bulan kemudian, dan 0,3 persen perempuan sakit hingga setahun. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal Anesthesiology.

Dilakukan Benar, IMD Tidak akan Membuat Bayi Meninggal di Payudara Ibu


Inisiasi menyusui dini (IMD) sangat penting bagi bayi. Sebab dengan IMD, bayi tidak kehilangan colostrum, ASI yang keluar pertama kali dan mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh. Jika dilakukan dengan benar, IMD tidak akan membuat bayi meninggal di atas payudara ibu.

"IMD tidak akan membuat bayi meninggal. Maka itu jangan dibiarkan ibu dan bayi sendirian saat IMD dilakukan. Harus dilakukan di depan ayah, jadi kalau hidung bayi tertutup payudara ibu bisa segera diperbaiki posisinya," tutur dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM.

Ini Dia Strategi Memerah ASI di Tempat Kerja


Pekerjaan sebaiknya jangan dijadikan alasan yang menghalangi ibu bekerja untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Di tempat kerja atau kantor, ibu dapat memerah ASI dan disimpan dalam kulkas untuk diberikan kepada si buah hati di rumah.

Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA yang akrab disapa dengan nama dr Wiwin, ibu menyusui yang tinggal di rumah perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, menjaga produksi ASI dan menghindari pemberian produk pengganti ASI.

Sedangkan pada ibu bekerja, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 - 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah. Saat weekend, sebaiknya bayi langsung diberi ASI segar dari ibunya karena kandungan nutrisinya lebih bagus.

"Saya menganjurkan untuk memerah ASI dengan tangan karena lebih alami, payudara lebih nyaman dan tidak tergantung listrik atau baterai. Namun ini perlu latihan," kata dr Wiwin dalam seminar 'Kiat Sukses Memberikan ASI bagi Ibu Bekerja' yang diselenggarakan Sentra Laktasi Indonesia di Gedung Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Senin (17/12/2012).

Saat ini memang sudah ada peralatan pompa ASI yang bisa membantu ibu memerah ASI. Alat ini seringkali digunakan karena lebih praktis penggunaannya dan hemat waktu. Hanya saja, alat ini seringkali kurang luwes karena harus ditenteng ke mana-mana kalau mau memerah ASI.

Setelah menemukan tempat yang nyaman untuk memerah ASI, adakalanya para ibu masih merasa kurang lega dan tidak lancar pengeluaran ASI-nya. Untuk merangsang pengeluaran ASI, dr Wiwin memberikan strategi memancing ASI lewat metode Let Down Reflex.

"Strategi setiap ibu itu unik dan spesial, jadi penerapannya bisa berbeda-beda. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, yaitu lewat strategi Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind," terang dr Wiwin.

Strategi sight adalah melihat foto bayi yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah membayangkan bayinya sendiri.

Para ibu dapat menggunakan strategi manapun yang dirasa nyaman dan efektif. Yang jelas, ruangan yang nyaman dan bebas gangguan seperti ruangan khusus menyusui adalah syarat utama agar proses memerah ASI ini dapat berjalan dengan baik.

Setelah diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau plastik khusus foodgrade. Pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 - 8 hari.

"Sebaiknya gunakan strategi kejar tayang saja. Jadi kalau bisa berikan ASI yang masih segar walau ada yang sudah disimpan. Saat weekend tak perlu memerah ASI sebab langsung disusui. ASI yang diperah pada hari Sabtu dan disimpan bisa diberikan pada hari Senin," terang dr Wiwin.

sumber : health.detik.com

Latihan untuk Meratakan Perut Setelah Melahirkan


Setelah melahirkan, seorang wanita tentu akan kehilangan bentuk badannya yang ramping seperti sebelum hamil. Otot perut akan mengendur dan perut menjadi buncit bergelambir yang dapat mengganggu penampilan wanita.

Lakukan beberapa latihan yang dapat mengencangkan otot perut dan membuat perut kembali rata. Tetapi berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda memenuhi persyaratan untuk melakukan latihan tersebut.

Seperti dilansir onlymyhealth, Jumat (24/8/12) berikut jenis latihan yang dapat Anda lakukan untuk meratakan perut setelah melahirkan:

1. Sit up

Untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sedia kala sebelum hamil dan melahirkan, mulailah dengan latihan sederhana seperti sit up. Luangkan waktu dan kerahkan sedikit usaha untuk melakukan gerakan sit up, karena dapat membantu meratakan perut.

Berbaringlah dalam posisi telentang dan kemudian tekuk kedua lutut. Angkat badan untuk menekan otot perut. Latihan ini bisa dilakukan sepanjang hari secara berkala agar perut kembali rata.

2. Latih otot punggung Anda

Berbaringlah dengan punggung di lantai lalu tekuklah kedua lutut Anda dan tempatkan tangan di belakang leher untuk mendukung kepala Anda. Tekan punggung bagian bawah ke lantai dan kemudian angkat kepala dan bahu dari lantai.

Ulangi latihan ini hingga 10 sampai 15 kali. Tingkatkan level kesulitan dengan mengangkat kaki dari lantai selama pengulangan atau melakukan beberapa variasi seperti kaki miring ke samping. Latihan ini dilakukan untuk menyelaraskan otot yang miring pada sisi badan Anda.


3. Penguatan otot perut

Latihan ini adalah latihan penguatan perut yang dapat dilakukan satu bulan setelah melahirkan. Untuk latihan ini, Anda harus berbaring telentang dengan lutut ditekuk ke arah langit-langit.

Dorong perut dan punggung ke lantai saat Anda mengeluarkan napas. Kemudian perlahan-lahan gerakkan kedua kaki dari badan dan gunakan otot perut untuk menjaga punggung Anda terhadap lantai. Ketika posisi meulai melengkung, tarik kaki Anda kembali ke posisi awal.

4. Latihan dengan bola

Ambil bola plastik besar yang juga digunakan pada senam ibu hamil. Latihan menggunakan bola juga merupakan cara yang bagus untuk meratakan perut pasca melahirkan. Terlentang di atas bola mirip dengan sit-up biasa tetapi latihan ini menambahkan elemen keseimbangan yang lebih menantang.

sumber : http://anakbunda2-oke.blogspot.com

Yang Harus Dibawa Saat Bunda Akan Melahirkan

Sudah diperkirakan oleh dokter bahwa Anda akan segera bersalin beberapa hari lagi. Bagaimanakah perasaan Anda saat ini? Deg-degan itu pasti, apalagi bagi Anda yang baru pertama kali menjalani persalinan.
Ok, bagaimana persiapan Anda saat ini? Apakah nama bayi sudah disiapkan saat si kecil lahir? Bagus... Persiapan nama sudah, sekarang tinggal menyiapkan barang-barang apa saja yang harus dibawa saat berangkat untuk bersalin nanti.
Disarankan, saat sudah mendekati tanggal bersalin (yang diperkirakan dokter), Anda dan suami wajib menyiapkan beberapa barang baik untuk Anda, bayi dan suami nanti. Jangan menyiapkan dadakan, karena justru akan mempersulit Anda, apabila sewaktu-waktu jam bersalin maju.
Nah, berikut adalah daftar barang yang harus disiapkan saat bersalin
Untuk ibu:

baju bukaan depan/kancing depan untuk menyusui
pakaian dalam maternity
alat mandi pribadi
buku atau music player untuk mengusir kebosanan serta mengalihkan perhatian dari rasa sakit
kartu kesehatan dan kontrol rumah sakit
Untuk ayah:
baju ganti
alat mandi
berkas-berkas untuk pengurusan akte
uang tunai
Untuk bayi:
kain bedong
kaus tangan
kaus kaki
topi
popok bayi
bedak bayi
minyak telon
Proses persalinan membutuhkan energi yang cukup besar (terutama bersalin dengan cara normal), untuk itu pastikan Anda beristirahat cukup, makan cukup dengan nutrisi seimbang, serta jaga kondisi tubuh agar tidak sakit.
(vem/bee)